PERAN MEDIA DALAM OPINI PUBLIC



Hasil gambar untuk opini publik

Opini publik merupakan pendapat masyarakat secara umum. Pendapat ini diperoleh dari sintesa pendapat dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan terkait bidang opini tersebut. Kekuatan opini publik tidak bergantung pada kuantitas atau jumlah mayoritasnya, namun pada kualitas atau mayoritas yang efektifnya (baca peran media sosial dalam komunikasi digital). Opini publik dapat dinyatakan secara aktif maupun pasif, baik melalui verbal, symbol, prilaku, bahasa tubuh, atau tanda-tanda lainnya. Opini publik bersifat bebas dan terbuka, mengungkapkan ide-ide, keinginan, keluhan serta kritik yang membangun.
Contoh :
1.      Pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School tahun 2015 silam. Opini publik sanggup membuat nama sekolah asing milik swasta yang identik dengan sekolah anak-anak orang kaya tersebut ikut menjadi buruk. Berbeda dengan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Andri Sobari alias Emon di Sukabumi, Jawabarat; yang hanya menyeret nama pribadinya saja, tidak dengan nama sekolahnya. Padahal korban kejahatan yang dilakukannya jauh lebih banyak, hingga lebih dari 125 anak.
2.      Kemenangan Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, disinyalir didapatkan dengan memanfaatkan efek media sosial untuk menyebarkan informasi, baik berupa hoax (berita bohong) atau lainnya untuk membentuk opini publik yang menguntungkannya agar memenangkan kompetisi politik tersebut. Sebagian besar warga AS yang memiliki hak pilih membaca media sosial, dan hoax yang mereka baca tentu mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih. Dalam jurnal penelitian ‘Social Media and Fake News to the 2016 Election’ disebutkan bahwa keampuhan medsos dalam membentuk opini publik, bergantung padad efektivitas fake news yang disebar. Bagaimana kontennya, serta seberapa banyak pembacanya. Di AS 62% orang dewasa memperoleh informasi dari medsos, sehingga opini publik sebagian besar warga AS sangat dipengaruhi berita dari medsos.
3.      Opini publik yang melibatkan hubungan antar negara juga pernah terjadi di Indonesia. Misalnya terkait munculnya slogan ‘Ganyang Malaisia’ akibat insiden penangkapan aparat kelautan RI oleh TM Malaysia pada tahun 2010 silam.
4.      Opini publik lainnya mengenai Gaza. Media komunikasi online aktif menyebarkan mengenai penderitaan yang diakibatkan oleh penyerangan Israel terhadap penduduk di jalur Gaza. Hal ini membuat publik di Indonesia sangat membenci Israel, bahkan beberapa mengirimkan bantuan materi dan tenaga untuk membantu Palestina.
5.      Opini publik terbaru yang sedang ramai menjelang Pilpres 2019 yaitu munculnya kaos bertuliskan #2019GantiPresiden.
Image result for 2019 ganti presiden

Komentar