COMMUNITY RELATIONS / rhy


Community relation
Dapat dikatakan sebagai hubungan yang baik antara corporate dengan lingkungan di sekitarnya dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan, saling pengertian maupun support.
Pengertian Community Relations :
Kegiatan-kegiatan menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada Para Pihak yang terkait (stake holder).  Pengembangan kesepahaman dilakukan melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak, untuk peningkatan hubungan baik dengan kelompok masyarakat dan pemerintah setempat melalui bantuan konsultasi public dan bantuan penyuluhan.

Tujuan Community Relations :
Meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporat dan pemerintah.  Sebagai indicator akan terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing-masing pihak, baik masyarakat local, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.
 Image result for community relations
Contoh kegiatan Community Relation adalah:
–          Sosialisasi instalasi listrik
–          Bantuan Bencana Alam

*  Dasar hubungan komunitas yang baik :
Suatu kebijaksanaan hubungan komunitas yang ditetapkan dengan jelas.
            Misalnya:Untuk meyakinkan dalam komunitas dalam suatu pabrik, perusahaan tersebut harus memiliki lingkungan industri yang baik, sudi memikul tangggungjawab komunitasnya dengan melangkapi kepemimpinan dan mendukung program-program kesehatan, kesejahteraan, dan kemasyarakatan yang layak.
*  Menagapa hal diatas kita jadikan dasar dalam membangun hubungan dengan komunitas.
Karena ini merupakan langkah awal untuk memnumbuhkan sikap kepercayaan komunitas kepada perusahaan dan membuktikan kepeda mereka bahwa perusahaan ini mampu dijadikan tempat untukmendpatkan kerja yang layak.
*  Yang harus diperhatikan untuk memulai hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar dan
masyarakat umum di mulai dengan hubungan karyawan yang baik. Sebuah perusahaan jangan berharap memperoleh hubungan komunitas yang baik apabila para karyawanya tidak diberikan informasi atau diberikan informasi yang salah. Tetangga seorang karyawan yang akan memberikan kepercayaan yang lebih besar dibandingkan apa yang dikatakan majikanya.
*  Terdapat dua macam bentuk komunitas yang berdiri di lingkungan sebuah perusahaan antara lain adalah :
Komunitas Mikro dan Komunitas Makro.
*  Komunitas sebagai organisme sosial mempunyai struktur yang berlapis-lapis.
 Sebuah perusahaan yang berdiri di suatu daerah mempunyai hubungan yang dekat dengan orang-orang yang hidup atau bertempat tinggal atau berusaha di sekitarnya. Tetapi, perusahaan juga menjadi warga suatu kota tertentu, bahkan milik bangsa tertentu. Semakin besar suatu perusahaan, semakin besar keterkaitan perusahaan dengan komunitas makronya.
*  Misal : PT Gudang Garam mempunyai komunitas mikro kota Kediri. Di kota Kediri,
PT Gudang Garam mempunyai peranan yang sangat besar bagi pendapatan daerah dan dan pembangunan daerah. Kebijakan perusahaan selalu dipantau oleh pemerintah daerah karena mempunyai dampak timbal balik.
*  Kerangka yang lebih luas, PT Gudang Garam juga menjadi anggota komunitas bangsa ini.
Kebijakan pemerintah dan perusahaan saling berpengaruh. Isu-isu pada kerangka makro antara lain adalah tentang harga dan pasokan bahan baku (cengkeh dan tembakau), pita cukai, jumlah tenaga yang ditampung, teknologi pelintingan tembakau (SKT – sigaret kretek tangan dan SKM-sigaret kretek mesin), dan sebagainya.
Semakin luas komunitas makro perusahaan, semakin besar pula kegiatan PR ditangani oleh spesialis tertentu, misalnya Government Public Relations, Community Relations, Press Relations, dan sebagainya. Dan semakin nyata keberadaan perusahaan di komunitas makro tersebut, semakin tak terhindarkan bagi perusahaan untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan nasional.
*  Untuk menjalankan perannya dengan baik, seorang praktisi PR perlu memahami apa yang
diharapkan oleh komunitasnya. Memang, perusahaan memperoleh sebagian besar karyawan dari komunitasnya. Perusahaan juga menjual produk kepada komunitasnya. Perusahaan membayar pajak, cukai, dan terkadang memberi hadiah, sumbangan, sponsor, bea siswa dan sebagainya kepada publik. Namun perusahaan juga menghasilkan limbah, kebisingan, kemacetan, dan pemogokan.
*  Ada beberapa hal yang diharapkan masyarakat dari suatu industri (John E. Masrston 1979), yaitu:
1. Pendapatan (income).
Komunitas mengharapkan adanya perputaran uang melalui gaji dan upah karyawan, melalui pembelian dari pemasoh lokal atau melaluii pembayaran pajak.
2. Penampilan (Appearance).
Komunitas mengharapkan agar perusahaan membangun gedung yang enak dipandang, dan bahkan dapat dijadikan simbol kota. Orang Amerika umumnya belum merasa sampai di Chicago, sebelum menaiki Sears Tower (gedung tertinggi diChicago yang dimiliki oeleh perusahaan eceran terkemuka Sears & Roebuck), demikian pula dengan Trump Plaza di New York.
3. Partisipasi.
Hadirnya perusahaan di suatu lokasi menimbulkan interaksi antara perusahaan dan masyarakatnya. Dalam kegiatan kemasyarakatan, perusahaan bisa berbagi fasilitas seperti sekolah, taman bermain, tempat beribadah, tempat parkir, sarana olahraga, dan sebagainya.
4. Stabilitas.
Kegiatan bisnis yang terlalu agresif sering menimbulkan hal yang tidak diharapkan: PHK atau likuidasi. Masyarakat mengharapkan adanya kesinambungnan dan pertumbuhan yang stabil.
5. Kebanggaan.
Banyak tempat di dalam  peta dunia ini – apakah negara, kota abesar, atau kota kecil – dikenal sebagai tempat asal perusahaan besar menyebut nama barang-barang buatan Fuji, Honda, Sony dan lain-lain orang akan segera ingat Jepang. Begitu pula, ketika orang menyebut gudeg kita ingat Yogyakarta

Komentar