MEDIA RELATIONS / rhy
MEDIA
RELATIONS
1. Hubungan media merupakan sebagai alat,
pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi dan
publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelancaran aktivitas
komunikasi PR dengan pihak publik.
2. Berfungsi menyampaikan pesan kepada
publiknya juga untuk membangun & meningkatkan citra melalui berbagai jenis
media.
3. Peranan hubungan media (media
relations) dalam kehumasan adalah sebagai saluran (Channel) dalam
penyampaian pesan dalam upaya peningkatan pengenalan (awareness), informasi dan
pemberiataan dari pihak publikasi humas.
4. Karena fungsi pers / media adalah sebagai
kekuatan pembentuk opini (power of opinion) yang sangat efektif.
5. Kerja sama dengan pers/ media akan
menghasilkan frekuensi publisitas yang cukup tinggi. Dampak pemberitaan
bersifat : efek keserempakan (stimultaneity effect), efek
dramatisir, efek publisitas tinggi, waktu relatif singkat, pembentukan opini,
khalayak yang sangat luas dalam waktu yang bersamaan.
MEMBINA
HUBUNGAN MEDIA /PERS (MEDIA/PERS RELATIONS)
1. Adalah suatu kegiatan untuk mencapai publikasi
atau penyiaran berta semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang disebarkan
melalui PR adalah menciptakan pengenalan dan pengertian (Frank Jepkins, 1992)
2. Adalah suatu kegiatan khusus dari pihak PR
untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai
aktivitas yang bersifat kelembagaan, perusahaan/institusi, produk dan hingga
kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui
kerjasama dengan pihak pers/media massa untuk menciptakan publisitas dan citra
positif” (Rosadi Ruslan)
BENTUK
HUBUNGAN MEDIA & PERS, MENURUT FRANK JEFKINS (1992)
1.
KONTAK PRIBADI (personal contact)
pelaksanaan hubungan
media tergantung pada apa & bagaimana kontak pribadi dg kedua belah pihak
dalam menjalin hubungan informal.
2. PELAYANAN INFORMASI/BERITA (News Service)
2. PELAYANAN INFORMASI/BERITA (News Service)
pemberian informasi,
publikasi & berita baik tertulis maupun cetak (press release, news
letter,photo press), maupun terekam (video release, cassets recorder, slide
film).
3. ANTISIPASI KEMUNGKINAN DARURAT (Contingency Plan)
3. ANTISIPASI KEMUNGKINAN DARURAT (Contingency Plan)
antisipasi permintaan
mendadak dari pihak pers untuk wawancara, konfirmasi dsb. Shg PRO harus siap
melayaninya.
BENTUK
KERJA SAMA DENGAN PERS
A. KONTAK
FORMAL :
yaitu kegiatan,
event-event (acara) tertentu yang sengaja dirancang oleh pihak humas. antara
lain :
1. KONFERENSI
PERS (Press Conference)
yaitu : pertemuan
(kontak) khusus dengan pihak pers yg bersifat resmi/sengaja
diselenggarakan oleh pejabat humas
yang bertindak sbg nara se\umber dalam upaya menjelaskan
suatu rencana/ permasalahan ttt yg sedang dihadapi. biasanya jumpa pers
ini ditutup dengan makan bersama.
2.
WISATA PERS (Press Tour)
sejumlah wartawan yang
sudah dikenal baik dg humas diajak wisata kunjungan kesuatu event khusus/
keluar kota bersama dg pejabat instansi untuk meliput secara langsung
mengenai kegiatan tertentu. Mis : pembukaan pabrik, kejadian/ peristiwa
yang menimpa perusahaan tsb.
3. RESEPSI PERS (Press Reception) dan PRESS GATHERING
berupa jamuan
pers/wartawan yang bersifat sosial, menghadiri acara resepsi / seremonial
tertentu baik formal / informal. Ada juga melalui event-event
olahraga bersama, kumpul bersama dalam acara ulang tahun perusahaan atau acara
keagamaan misalnya buka bersama, tahun baru dl antara pihak humas,eksekutif dg
pihak pers diluar tugas fungsionalnya masing-masing, namun terkadang humas
dapat menyisipkan pemberian keterangan pers.
4.
TAKLIMAT PERS (Press Breifing)
jumpat pers resmi yang
diselenggarakan secara periodik. Biasanya pada awal/akhir bulan / tahun oleh
humas / pimpinan lembaga. Pertemuan ini diadakan mirip diskusi/ berdialog,
saling memberi masukan/ informasi cukup penting bagi kedua belah pihak. Dan
pihak pers diberi kesempatan seluas-luasnya mengenai informasi yang kemudian
diharapkan wartawa mempunyai pegetahuan lebih baik. Mislanya : tentang akan
diterbitkannya UU/peraturan atau kebijakan baru.
B.
KONTAK INFORMAL :
1. KETERANGAN
PERS (Press Statement)
bisa dilakuakn kapan
dan dimana saja tanpa adaundangan resmi, mungkin pemberitahuannya cukup melalui
telpon.hal ini banyak dilakukan oleh para politisi, budayawan dsb untuk
menjelaskan / memberikan argumentasi terntentu.
2. WAWANCARA PERS (Press
Interview)
inisiatif biasanya
dari pihak pers setelah melalui perjanjian / konfirmasi dengan hara sumber.
PRINSIP
BERHUBUNGAN DENGAN PERS (GOOD PRES RELATIONSHIP)
1. Sikap terus terang,jujur terbuka, ramah,
tegas, profesional.
2. Memberikan pelayanan terbaik kepada media
& tidak menutup saluran informasi khususnya saat menghadapi masalah.
3. Jangan terlalu membanjiri berbagai publisitas
yang tidak jelas tujuannya.
4. Tidak meminta-minta/mengemis kepada pers agar
beritanyanya dibuat.
5. Saling memahami fungsi, kewajiban dan tugas
profesinya dan memegang kode etik profesi masing-masing.
6. Saling mengenal baik, cukup akrab antara kedua
belah pihak secara individual & fungsional namun tetap menjaga jarak demi
kerahasiaan lembaga.
7. Kenalilah siapa Pimred,Wapimred, Redpel,
redaktur halaman, para reporter setiap bidang liputan. (& salalu
meng-up date- daftar nama).
8. Meminta kartu nama, biasanya setiap wartawan
resmi/bertugas dilengkapi kartu PWI, kartu pers/nama.
9. Menerima kedatangan wartawan dalam rangka
peliputan, konfirmasi berita, wawancara, tapa menujukkan ragu-ragu atau penuh
kecurigaan.
10. Melayani dengan baik bila ada permintaan
interview /wawancara dari pihak pers termasuk jika mendadak dg catatan segala
sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu dg memilah informasi yg pantas untuk
dipublikasikan.
11. Kirimkan kartu ucapan selamat, baik kepada
individu maupun lembaga (penerbit) yang sdg ulang tahun, menghadapi lebaran,
Tahun baru dsb. Sbg tanda penuh perhatian untuk membangun hubg Baik
12. Pemberian iklan goodwill, yaitu
iklan secara insidentil diluar iklan promosi/komersil (mis : iklan layanan
masyarakat) yang dikerjasamakan dengan media tsb. Atau kerja sama lainnya spt :
penanggulangan bencana alam, pelestarian & kepedulian alam atau tema sosial
lainnya untuk menari simpati berbagai pihak.
13. Membentuk proyek publikasi/promosi bersama
dengan pihak media melalui coverage (ulasan berita) / penulisan
artikel/featuris (advetorial) tentang suatu produk/jasa yg ingin dikampanyekan
scr efektif melalui kerjasama antara Humas & pihak pers.
MEDIA
PUBLIC RELATIONS
1. House journal (Internal : In house Journal; media
internal yang berfungsi sebagai media komunikasi, informasi, pendidikan,
hiburan, media pengetahuan – Eksternal : Eksternal House Journal, yang
berfungsi sebagai media promosi dan pembangun citra).
2. Printed Material (berbentuk : brosur, leaflet, booklet,
kopsurat, kartu ucapan selamat/suplemen, kalender)
3. Media Pertemuan (Event) ; media pertemuan langsung (face
to face), misal : presentasi, diskusi panel, seminar, pameran.
4. Broadcating Media & Internet ; publikasi PR yang disiarkan melalui siaran
TV/Radio, media elektronik, internet.
5. Media sarana Humas (misalnya penampilan identitas perusahaan
/coporate identity yang merupakan simbol perusahaan, nama perusahaan, logo,
warna standar perusahaan & kemasan produk, citra lobby kantor / font
office lobby image, pakaian seragam /uniform, model huruf atau logo
perusahaan yang menjadi pembeda dengan yang lainnya.
6. Media Personal (pertemuan langsung melalui pendekatan
personal seperti lobi dan negosiasi untuk mencapai kata sepakat (win-win
solutions).

HOUSE
JOURNAL & PR WRITING, Frank Jefkins (1988), lima macam House Journal :
1. THE SALES BULLETIN : media komunikasi reguler
antara manajer penjualan dg salesmen.
2. THE NEWSLETTER : siaran berita singkat tentang
perusahaan/lembaga.
3. THE MAGAZINE : majalah yang berisi tulisan
feature, artikel & gambar-gambar.
4. THE TABLOID NEWSPAPER :
mirip surat kabar populer & berisikan berita-berita pkok, artikel
populer pendek.
5. THE WALL NEWSPAPER : media komunikasi internal
antara karyawan dengan perusahaan.
Bentuk
house journal lain :
Media elektronik yang
mulai berkembang tahun 1980-an biasanya melalui saluran media (electronic
channel media) :
1. VIDEO CASSETS : rekaman video/film dokumentasi
yang didistribusikan untuk dipasang di TV monitr di temapt strategis
& mudah dilihat oleh khalayak. Misalnya tentang profil
perusahaan maupun produk.
2. AUDIO CASSET TAPE : informasi/berita yang
direkam menggunakan pita rekaman yang berisikan pidato, instruksi,
pesan dan didistribusikan pada karyawan, pelanggan / relasibisnis. Dapat
terlihat dalam MLM.
3. VIEWDATA HOUSE JOURNAL :
media surat kabar
elektronik dg menggunakan saluran televisi/komputer, misal : internet, email
dsb
PR
WRITING, ANTARA LAIN :
Naskah / script,
release (siaran), journal magazine (majalah internal), laporan (report),
Annual Report (laporan keuangan tahunan), prospektus (Publikasi Prospek Usaha
Komersial), Company profile & company product (profil perusahaan dan produk
dalam bentuk majalah), advertorial (naskah tulisan promosi dalam bentuk
artikel sponsor), Corporate Profile and Editorial (pariwara dan suplemen
sisipan, brosur, leaflet dan katalog)


Komentar
Posting Komentar